Senin, 17 Juni 2013

7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat

“Ada Tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allāh pada hari tiada naungan kecuali naungan dari-Nya:

1. Seorang pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan beribadah kepada Allāh.
3. Seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allāh; mereka bertemu dan berpisah karena -Nya.
5.Seorang lelaki yang diajak [berbuat keji] oleh perempuan yang berkedudukan serta berparas  cantik, lantas dia berkata: “Aku takut kepada Allah.”
6. Seorang lelaki yang bersedekah seraya dia sembunyikan sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7.Dan seorang lelaki yang berdzikir/mengingat Allāh dalam keadaan sendirian lalu mengalirlah air matanya.” (HR. Bukhari:660 dan Muslim: 1031)

Sabtu, 15 Juni 2013

✽ 13 MANFAAT MEMBACA AL-QUR'AN ✽

♥Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh♥

❥ 1. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya..

❥ 2. Ketika membaca Al-Qur'an, ALLAH akan menegur diri kita pada setiap ayat-ayat-NYA..

❥ 3. Bacaan Al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah..

❥ 4. Orang yang membaca Al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-NYA..

❥ 5. Orang yang membaca Al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat ALLAH meski ia merasakan serba kurang di dunia..

❥ 6. Ayat-ayat ALLAH akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia, karena ia telah menjaga ayat-ayat-NYA..

❥ 7. Orang yang paham Al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu..

❥ 8. Orang yang membaca Al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan, dan mengambil manfaat darinya..

❥ 9. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk, hati yang damai dan pikiran yang jernih, sehingga membuatnya ingin selalu beramal, kreatif, inovatif dan produktif..

❥ 10. Orang yang membaca Al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan, di saat orang lain merasakan kesedihan, kecemasan dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayat-NYA yang lembut..

❥ 11. Orang yang rajin membaca Al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat ALLAH akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat..

❥ 12. Orang yang membaca dan menjaga Al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan ALLAH..

❥ 13. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir, merenung dan beramal sebanyak-banyaknya..

❥ Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita..

❥ Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan Al-Qur'an..

♥Aamiin Yaa Rabbal'aalaamiin♥

Rabu, 05 Juni 2013

12 BARISAN DI AKHIRAT

ASTAGHFIRULLAH
Suatu ketika, Muaz bin Jabal r.a.
menghadap Rasulullah S.A.W. dan
bertanya kepada baginda:
“Wahai Rasulullah S.A.W., tolong
huraikan kepadaku mengenai firman
Allah S.W.T”
Erti firmanNya;
“Pada sangkakala ditiup, maka kamu
sekalian datang berbaris-
baris” (Surah al-Naba’) Mendengar
pertanyaan ini, baginda menangis
dan basah pakaian dengan air mata.
Lalu menjawab;“Wahai Muaz, engkau
telah bertanyakan kepadaku perkara
yanag amat besar bahawa umatku
masing-masing dengan pembawaan
diri mereka sendiri.”
Maka Rasulullah menyatakan setiap
barisan yang sebanyak 12 barisan.

BARISAN PERTAMA
Diiringi dari kubur dengan tidak
bertangan dan berkaki. Keadaan
mereka dijelaskan melalui satu
seruan dari sisi Allah Yang Maha
Pengasih;
“Mereka itu adalah orang yang
sewaktu hidupnya menyakiti hati
jirannya. Maka demikian balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KEDUA
Diiringi dari kubur dalam berbentuk
babi hutan. Datanglah suara dari sisi
Allah Yang Maha Pengasih;
“Mereka itu adalah orang yang
sewaktu hidupnya meringan-
ringankan solat. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”
BARISAN KETIGA
Mereka berbentuk keldai, sedangkan
perut mereka penuh dengan ular
dan kala jengking.
“Mereka itu adalah orang yang
enggan membayar zakat. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”
BARISAN KEEMPAT
Diiringi dari kubur dengan keadaan
darah seperti air pancutan keluar
dari mulut mereka.
“Mereka adalah orang yang berdusta
di dalam jual beli. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”


BARISAN KELIMA
 Diiringi dari kubur dengan bau
busuk daripada bangkai. Ketika itu,
Allah S.W.T. menurunkan angin
sehingga bau busuk itu mengganggu
ketenteraman di Padang Mahsyar.
“Mereka itu adalah orang yang
menyembunyikan perlakuan derhaka
kerana takut diketahui manusia,
tetapi tidak pula rasa takut kepada
Allah S.W.T. Maka inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KEENAM
Diiringi dari kubur dengan keadaan
kepala mereka terputus dari badan.
“Mereka adalah orang yang menjadi
saksi palsu. Maka inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KETUJUH
Diiringi dari kubur tanpa
mempunyai lidah dari mulut mereka
mengalir nanah dan darah.
“Mereka itu adalah orang yang
enggan member kesaksian di atas
kebenaran. Maka inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KELAPAN
Diiringi dari kubur dalam keadaan
terbalik dengan kepalakebawah dan
kakikeatas.
“Mereka adalah orang yang berbuat
zina. Maka inilah balasannya dan
tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KESEMBILAN
Diiringi dari kubur dengan wajah
hitam gelap dan bermata biru
sementara di dalam diri mereka
penuh dengan api gemuruh.
“Mereka adalah orang yang
memakan harta anak yatim dengan
cara yang tidak sepatutnya, maka
inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah neraka.”
BARISAN KESEPULUH
Diiringi dari kubur dalam keadaan
tubuh mereka penuh dengan sopak
dan kusta.
“Mereka adalah orang yang derhaka
kepada ibu bapa. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”
BARISAN KESEBELAS
Diiringi dari kubur dalam keadaan
buta mata kepala, gigi mereka
memanjang seperti tanduk lembu
jantan, bibir mereka melebar sampai
ke dada dan lidah mereka terlanjur
memanjang sampai ke perut mereka
dan keluar beraneka kotoran.
“Mereka adalah orang yang
meminum arak. Maka inilah
balsannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”


BARISAN KEDUA BELAS
Mereka diiringi dari kubur dengan
wajah yang bersinar-sinar laksana
bulan purnama. Mereka melalui
titian sirat seperti kilat. Maka
datang suara dari sisi Allah Yang
Maha Pengasih memaklumkan;
“Mereka adalah orang yang banyak
berbuat baik. Mereka menjauhi
perbuatan derhaka, memelihara
solat, ketika meninggal dunia
keadaan mereka sudah bertaubat.
Maka inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah syurga,
mendapat keampunan, kasih sayang
dan keredhaan Allah Yang Maha
Pengasih

 
 
 
 
 
 
 

Kamis, 18 April 2013

WARISKAN ILMU SEBELUM TIADA

ILMU YANG BERMANFAAT
Sekecil apapun ilmu itu ketika itu berguna untuk orang lain maka ajarkanlah
ilmu diin agama dan ilmu duniawi
misal: penemu metode iqro beliau dengan gigih nya agar seseorang itu bisa mudah mempelajari dan membaca alquran



sekecil apapun perbuatan kebaikan yang menyibukkan kita,
itu lebih baik daripada kita tersibukkan dengan hal sia-sia atau keburukan
  

 tinggalkan lah di dunia ini oleh mu
sebuah ilmu walau pun itu secuil ytang bermanfaat oleh banyak orang lain


IBNU ATHOILAH
mengatakan
jika kamu ingin tahu dimana letak mu disisi Alloh
maka lihat diman kamu sekarang ini di tempatkan

NENEK YANG INGIN BERQURBAN


Teguran , Saya menangis dan malu baca cerita ini 

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Oleh : Ust. Aidil Heryana

====Semoga bermanfaat======

Jangan Lupa Setelah Membaca LIKE & SHARENYA ^^

_MINGAN 08_Teguran , Saya menangis dan malu baca cerita ini

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Selasa, 12 Maret 2013

Menghafal Al-Qur’an Melindungi dari Stress



 © ®
(Subhanallah)

Bismillahirrahm­­­­anirrahiim-H­a­s­il Penelitian Ilmiah di Universitas al-Imam Muhammad bin Sa’ud al-Islamiyyah membuktikan ketika kadar hafalan al-Qur’an siswa meningkat maka akan meningkat pula kesehatan jiwanya. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. Shalih bin Ibrahim, professor ilmu Kesehatan Jiwa, terdiri dari dua kelompok.

Kelompok pertama, para mahasiswa- mahasiswi Universitas Malik abdul Aziz di Jeddah. Jumlah mereka 170 orang. Kelompok kedua, Para mahasiswa-mahas­­­­iswi Ma’had al-Imam asy-Syatibi li ad-Dirasah al-Qur’aniyyah,­­­­ filial Universitas al- Khairiyah Litahfidzil Qur’an al Karim di Jeddah. Jumlah mereka sama, yaitu 170 orang.

“sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.­­­­” HR. Bukhari

Para mahasiswa yang memiliki hafalan yang bagus memiliki kesehatan jiwa yang jauh lebih tinggi. Ada 70 penelitian umum dan Islam, seluruhnya menguatkan pentingnya dien untuk meningkatkan kesehatan dan ketentraman jiwa. Sebuah penelitian di di Saudi juga menunjukkan peran al-Qur’an dalam meningkatkan kecerdasan bagi anak-anak sekolah dasar dan Pengaruh positif hafalan al Qur’an bagi kesuksesan akademik para mahasiswa.
Penelitian ini sebagai bukti nyata adanya hubungan antara beragama dengan berbagai fenomena hidup. Di antaranya yang paling urgen adalah menghafal al-Qur’an. Siswa yang memiliki hafalan al-Qur’an memiliki kesehatan jiwa yang lebih baik dibandingkan dengan siswa-siswa yang tidak beragama dengan baik, atau tidak menghafalkan al-Qur’an sedikitpun atau hafalan mereka hanya surat-surat dan ayat- ayat pendek.

Penelitian tersebut berpesan agar menghafalkan al- Qur’an dengan sempurna bagi para siswa-siswi di tingkat universitas, untuk menghasilkan nilai positiv bagi kehidupan dan akademik mereka. Mendorong mereka melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan hal itu merupakan sarana terpenting untuk memperoleh kesehatan jiwa yang tinggi. Penelitian itu juga menasihatkan kepada para guru agar meningkatkan standar hafalan bagi murid- murid mereka, walau dijadikan sebagai kegiatan ekstra kurikuler, karena memiliki manfaat dan pengaruh yang bagus untuk kesuksesan belajar dan kesehatan jiwa mereka

sumber : voa-islam.com
Salam

Senin, 11 Maret 2013

~ MENGIKIS KESOMBONGAN DIRI ~





Nabi Muhammad SAW. Bersabda, ” Tidak akan masuk surga siapa yang didalam hatinya ada kesombongan walau seberat debu”
(HR. Muslim).

Sahabat, merasa diri besar atau sombong adalah penyakit hati yang sangat membahayakan. Kita harus berhati-hati dengan penyakit ini. Karena sombong, setan terusir dari surga ...

Sahabat, merasa diri besar atau sombong adalah penyakit hati yang sangat membahayakan. Kita harus berhati-hati dengan penyakit ini. Karena sombong, setan terusir dari surga dan kemudian dikutuk Allah selamanya.

Allah benar-benar mengharamkan surga bagi orang-orang sombong. Sombong atau takabur hanya layak bagi allah yang memang memiliki keagungan sempurna. Mahluk hanya sekedar menerima kemurahan dari-Nya.

Penyakit sombong bagaikan bau busuk yang sulit untuk disembunyikan. Orang yang mengidap penyakit ini demikian mudah dilihat dan dirasakan.

Perhatikan penampilan orang sombong. Mulai dari ujung rambut, lirikan mata, tarikan napas, senyum sinis, tutur kata, nada suara, bahkan senandunya pun benar-benar mununjukan keangkuhan. Begitupun cara berjalan, gerak-gerik tangan bahkan hingga ke jari-jari kaki. Semuanya menunjukan orang yang buruk perangainya.
Ada pertanyaan menarik.

Pantaskah sebenarnya orang bersikap sombong, jika seluruh kabaikan pada dirinya semata-mata hanya berkat kemurahan Allah kepadanya....? Padahal jika Allah menghendaki, dia bisa terlahir sebagai kambing. Tentu saja saat itu tidak ada lagi yang dapat disombongkan. Atau kalau Allah berkehendak, dia bisa terlahir dengan otak minim. Atau allah dalam sekejap saja mampu merubah nasib seseorang dari kaya raya menjadi miskin papa dan sengsara...begitu pula sebaliknya , Apalagi yang bisa disombongkan....?

Kita begitu rendah dan lemah dihadapan allah.
Maka kita harus hati-hati mengahadapi penyakit hati ini. Langkah hati-hati ini bisa diawali dengan mengenali ciri-ciri kesombongan.

Rosulullah SAW. Bersabda, ”Sombong Itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia” (HR. Muslim).

Jika dalam hati kita ada satu atau kedua-duanya, maka kita akan masuk ke dalam deretan orang-orang sombong.

Bagaimana cara menghindari dari sikap sombong..?

Pertama, mengetahui dan memahami ilmunya; apa dan bagaimana sombong itu, serta bahaya yang ditimbulkanya. Sadarilah, sifat sombong tidak disukai manusia, diakhirat mendapat siksa.

Kedua, menyadari kelemahan dan keterbatasan diri sebagai manusia.

Ketiga, berlatih untuk berlapang dada menerima kebenaran dari siapa pun.

Keempat, Berlatih untuk rendah hati dan tidak memandang rendah orang lain. Dihapan Allah semua orang sama, yang membedakan hanya ketakwaan. Kelima, berdoalah agar kita dijauhkan dari kesombongan.

Bila kesombongan menghinggapi diri, mohon segera disadarkan. Nasehatilah aku dan dia dengan cara yang baik. Sebab kesombongan akan membuat diri ini lebih hebat dari orang lain. Padahal banyak kelemahan diri yang tentu saja masih harus terus diperbaiki. Introspeksi diri menjadi kunci utamanya.

Bukankah dosa pertama yang terjadi adalah berangkat dari kesombongan, yaitu Iblis sombong tidak mau sujud kepada Nabi Adam as. Cikal bakal kedurhakaan Iblis kepada Alloh SWT, dari rasa sombong, membantah perintah, Iri kepada Nabi Adam as

Luqman al-Hakim memberi nasihat kepada anak-anaknya. "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. [31]: 18).

"Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan. (HR. Muslim)
"Kebesaran (kesombongan atau kecongkakan) adalah pakaian-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Barang siapa merampas salah satu (dari keduanya), Aku lempar dia ke neraka (jahanam).
(HR Abu Dawud)

Bersikaplah dengan Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Selalu rendah hati adalah kunci untuk memerangi sifat sombong. Tapi perlu diingat! rendah hati bukanlah rendah diri. Maksud dari rendah hati yaitu senang berlaku baik terhadap semua orang. Selalu menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Sehingga kita tidak lakunya berlagak sombong.

"Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu', sehingga tak seorang pun menyombongkan diri kepada yang lain, atau seseorang tiada menganiaya kepada yang lainnya." (HR.Muslim)

Dan berdoalah agar terhindar dari Sifat Sombong dan Malas

Ya Allah ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan kesombongan. Ya Allah ya rahman aku berlindung kepada-Mu dari siksaan api neraka....Amiin...!

Semoga Alloh SWT selalu memberikan ampunan kepada saya dan kita semua atas semua jenis kesombongan yang telah dan akan kita lakukan. dan Semoga Alloh SWT selalu melimpahkan kebaikan dan arah petunjuk jalan yang lurus dan berbuat kebaikan dan kesholehan diri, kesholehan keluarga dan kesholehan sosial seperti apa yang di teladankan Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.

Bagi seorang penulis, kesombongan kerap menerpa diri. Apalagi bila karya tulisnya banyak dipuja-puji. Jadilah diri yang awalnya rendah hati menjadi sombong, karena terlalu membanggakan diri.

Pujian terkadang membuat kita lupa diri dan tenggelam dalam banjir kesombongan. Seolah-olah hanya karya tulis kitalah yang paling hebat dan merendahkan karya tulis orang lain.
Ketika ada kritik menerpa diri seorang penulis yang selalu dipuja puji. Sikapilah ia dengan bijaksana. Di sanalah akan terlihat kearifan atau keangkuhan penulisnya. Kesabaran teruji, dan yakinlah bahwa kesabaran akan berbuah kebahagiaan. Kata sebaiknya dilawan dengan kata dan bukan mata.

Sebenarnya, tak ada penulis nomor satu. Sebab penulis bukan profesi yang diperuntukkan untuk pertandingan seperti halnya lomba berlari atau tinju.

Penulis adalah sebuah profesi dimana dirinya mampu mengungkapkan imajinasi dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan sehingga enak dibaca dan mampu untuk dipahami maknanya. Pembaca merasa senang dan mendapatkan pencerahan dari pembacanya. maksud serta tujuannya sampai dan menjadi daya ungkit bagi pembacanya.

Kesombongan seorang penulis semoga tak menghingapi diri ini. Tetaplah selalu rendah hati. Di atas langit pastilah ada langit. Diri ini baru saja belajar menulis, dan terus belajar menulis setiap hari. Bila ada kesombongan terselip disitu, mohon dimaafkan dan dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.

Negara kita adalah negara kepulauan. Ribuan pulau ada di dalamnya. Lautan menjadi penghubungnya. Dalamnya laut dapat diduga, namun dalamnya hati siapa yang akan tahu..?

"Semoga kita dimudahkan dalam segala urusan di dunia dan akherat"
Wallahu a`lam bish-shawab, semoga bermanfaat
wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Walhamdulillahirobbil'alamiin)

{Editor: Ashabul kahfi}

Sabtu, 23 Februari 2013

KISAH POHON APEL


KISAH POHON APEL    


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan,  yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.