Minggu, 23 Februari 2014

10 BINTANG AL-QURAN
(Bagaimana jika 10 anak kita hafal quran? Ini kisah nyatanya!)

SAAT BANYAK ANAK MUDA YANG NGGAK JELAS TUJUAN HIDUPNYA
SAAT BANYAK ORANG TUA YANG TAKUT TIDAK BISA MENDIDIK PUTRA PUTRINYA
Ternyata masih ada teladan luar biasa bagi kita bersama.

Subhanallah, jadi teringat buku yang sudah lama saya baca. Hari ini saya sharingkan untuk Sahabat. Ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi.

Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitasnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI. Sedangkan Wirianingsih adalah Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu :

# Putra pertama Afzalurahman Assalam. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007

# Putra kedua Faris Jihady Hanifa. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan
oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang melanjutkan kuliah di Riyadh.
# Putri ketiga Maryam Qonitat. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

# Putri keempat Scientia Afifah Taibah. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

# Putra kelima Ahmad Rasikh 'Ilmi. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

# Putra keenam Ismail Ghulam Halim. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

# Putra ketujuh Yusuf Zaim Hakim. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

# Putra kedelapan Muhammad Syaihul Basyir. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

# Putra kesembilan Hadi Sabila Rosyad. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

# Putri kesepuluh Himmaty Muyassarah. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.

Semoga Allah berikan semangat untuk kita membangun keluarga cinta Al-Quran, dan sama-sama membaca, menghafal, memahami juga mengamalkan AL-Quran. Aamiin.

*Mohon diaminkan, semoga jadi do'a yang diijabah Allah
*Silahkan dibagikan, semoga jadi inspirasi untuk semua calon pasangan yang mau atau sudah menikah.

Setia Furqon Kholid
https://m.facebook.com/148795011831849/photos 

Senin, 17 Juni 2013

7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat

“Ada Tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allāh pada hari tiada naungan kecuali naungan dari-Nya:

1. Seorang pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan beribadah kepada Allāh.
3. Seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allāh; mereka bertemu dan berpisah karena -Nya.
5.Seorang lelaki yang diajak [berbuat keji] oleh perempuan yang berkedudukan serta berparas  cantik, lantas dia berkata: “Aku takut kepada Allah.”
6. Seorang lelaki yang bersedekah seraya dia sembunyikan sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7.Dan seorang lelaki yang berdzikir/mengingat Allāh dalam keadaan sendirian lalu mengalirlah air matanya.” (HR. Bukhari:660 dan Muslim: 1031)

Sabtu, 15 Juni 2013

✽ 13 MANFAAT MEMBACA AL-QUR'AN ✽

♥Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh♥

❥ 1. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya..

❥ 2. Ketika membaca Al-Qur'an, ALLAH akan menegur diri kita pada setiap ayat-ayat-NYA..

❥ 3. Bacaan Al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah..

❥ 4. Orang yang membaca Al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-NYA..

❥ 5. Orang yang membaca Al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat ALLAH meski ia merasakan serba kurang di dunia..

❥ 6. Ayat-ayat ALLAH akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia, karena ia telah menjaga ayat-ayat-NYA..

❥ 7. Orang yang paham Al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu..

❥ 8. Orang yang membaca Al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan, dan mengambil manfaat darinya..

❥ 9. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk, hati yang damai dan pikiran yang jernih, sehingga membuatnya ingin selalu beramal, kreatif, inovatif dan produktif..

❥ 10. Orang yang membaca Al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan, di saat orang lain merasakan kesedihan, kecemasan dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayat-NYA yang lembut..

❥ 11. Orang yang rajin membaca Al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat ALLAH akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat..

❥ 12. Orang yang membaca dan menjaga Al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan ALLAH..

❥ 13. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir, merenung dan beramal sebanyak-banyaknya..

❥ Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita..

❥ Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan Al-Qur'an..

♥Aamiin Yaa Rabbal'aalaamiin♥

Rabu, 05 Juni 2013

12 BARISAN DI AKHIRAT

ASTAGHFIRULLAH
Suatu ketika, Muaz bin Jabal r.a.
menghadap Rasulullah S.A.W. dan
bertanya kepada baginda:
“Wahai Rasulullah S.A.W., tolong
huraikan kepadaku mengenai firman
Allah S.W.T”
Erti firmanNya;
“Pada sangkakala ditiup, maka kamu
sekalian datang berbaris-
baris” (Surah al-Naba’) Mendengar
pertanyaan ini, baginda menangis
dan basah pakaian dengan air mata.
Lalu menjawab;“Wahai Muaz, engkau
telah bertanyakan kepadaku perkara
yanag amat besar bahawa umatku
masing-masing dengan pembawaan
diri mereka sendiri.”
Maka Rasulullah menyatakan setiap
barisan yang sebanyak 12 barisan.

BARISAN PERTAMA
Diiringi dari kubur dengan tidak
bertangan dan berkaki. Keadaan
mereka dijelaskan melalui satu
seruan dari sisi Allah Yang Maha
Pengasih;
“Mereka itu adalah orang yang
sewaktu hidupnya menyakiti hati
jirannya. Maka demikian balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KEDUA
Diiringi dari kubur dalam berbentuk
babi hutan. Datanglah suara dari sisi
Allah Yang Maha Pengasih;
“Mereka itu adalah orang yang
sewaktu hidupnya meringan-
ringankan solat. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”
BARISAN KETIGA
Mereka berbentuk keldai, sedangkan
perut mereka penuh dengan ular
dan kala jengking.
“Mereka itu adalah orang yang
enggan membayar zakat. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”
BARISAN KEEMPAT
Diiringi dari kubur dengan keadaan
darah seperti air pancutan keluar
dari mulut mereka.
“Mereka adalah orang yang berdusta
di dalam jual beli. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”


BARISAN KELIMA
 Diiringi dari kubur dengan bau
busuk daripada bangkai. Ketika itu,
Allah S.W.T. menurunkan angin
sehingga bau busuk itu mengganggu
ketenteraman di Padang Mahsyar.
“Mereka itu adalah orang yang
menyembunyikan perlakuan derhaka
kerana takut diketahui manusia,
tetapi tidak pula rasa takut kepada
Allah S.W.T. Maka inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KEENAM
Diiringi dari kubur dengan keadaan
kepala mereka terputus dari badan.
“Mereka adalah orang yang menjadi
saksi palsu. Maka inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KETUJUH
Diiringi dari kubur tanpa
mempunyai lidah dari mulut mereka
mengalir nanah dan darah.
“Mereka itu adalah orang yang
enggan member kesaksian di atas
kebenaran. Maka inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KELAPAN
Diiringi dari kubur dalam keadaan
terbalik dengan kepalakebawah dan
kakikeatas.
“Mereka adalah orang yang berbuat
zina. Maka inilah balasannya dan
tempat kembali mereka adalah
neraka.”
BARISAN KESEMBILAN
Diiringi dari kubur dengan wajah
hitam gelap dan bermata biru
sementara di dalam diri mereka
penuh dengan api gemuruh.
“Mereka adalah orang yang
memakan harta anak yatim dengan
cara yang tidak sepatutnya, maka
inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah neraka.”
BARISAN KESEPULUH
Diiringi dari kubur dalam keadaan
tubuh mereka penuh dengan sopak
dan kusta.
“Mereka adalah orang yang derhaka
kepada ibu bapa. Maka inilah
balasannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”
BARISAN KESEBELAS
Diiringi dari kubur dalam keadaan
buta mata kepala, gigi mereka
memanjang seperti tanduk lembu
jantan, bibir mereka melebar sampai
ke dada dan lidah mereka terlanjur
memanjang sampai ke perut mereka
dan keluar beraneka kotoran.
“Mereka adalah orang yang
meminum arak. Maka inilah
balsannya dan tempat kembali
mereka adalah neraka.”


BARISAN KEDUA BELAS
Mereka diiringi dari kubur dengan
wajah yang bersinar-sinar laksana
bulan purnama. Mereka melalui
titian sirat seperti kilat. Maka
datang suara dari sisi Allah Yang
Maha Pengasih memaklumkan;
“Mereka adalah orang yang banyak
berbuat baik. Mereka menjauhi
perbuatan derhaka, memelihara
solat, ketika meninggal dunia
keadaan mereka sudah bertaubat.
Maka inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah syurga,
mendapat keampunan, kasih sayang
dan keredhaan Allah Yang Maha
Pengasih

 
 
 
 
 
 
 

Kamis, 18 April 2013

WARISKAN ILMU SEBELUM TIADA

ILMU YANG BERMANFAAT
Sekecil apapun ilmu itu ketika itu berguna untuk orang lain maka ajarkanlah
ilmu diin agama dan ilmu duniawi
misal: penemu metode iqro beliau dengan gigih nya agar seseorang itu bisa mudah mempelajari dan membaca alquran



sekecil apapun perbuatan kebaikan yang menyibukkan kita,
itu lebih baik daripada kita tersibukkan dengan hal sia-sia atau keburukan
  

 tinggalkan lah di dunia ini oleh mu
sebuah ilmu walau pun itu secuil ytang bermanfaat oleh banyak orang lain


IBNU ATHOILAH
mengatakan
jika kamu ingin tahu dimana letak mu disisi Alloh
maka lihat diman kamu sekarang ini di tempatkan

NENEK YANG INGIN BERQURBAN


Teguran , Saya menangis dan malu baca cerita ini 

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Oleh : Ust. Aidil Heryana

====Semoga bermanfaat======

Jangan Lupa Setelah Membaca LIKE & SHARENYA ^^

_MINGAN 08_Teguran , Saya menangis dan malu baca cerita ini

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Selasa, 12 Maret 2013

Menghafal Al-Qur’an Melindungi dari Stress



 © ®
(Subhanallah)

Bismillahirrahm­­­­anirrahiim-H­a­s­il Penelitian Ilmiah di Universitas al-Imam Muhammad bin Sa’ud al-Islamiyyah membuktikan ketika kadar hafalan al-Qur’an siswa meningkat maka akan meningkat pula kesehatan jiwanya. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. Shalih bin Ibrahim, professor ilmu Kesehatan Jiwa, terdiri dari dua kelompok.

Kelompok pertama, para mahasiswa- mahasiswi Universitas Malik abdul Aziz di Jeddah. Jumlah mereka 170 orang. Kelompok kedua, Para mahasiswa-mahas­­­­iswi Ma’had al-Imam asy-Syatibi li ad-Dirasah al-Qur’aniyyah,­­­­ filial Universitas al- Khairiyah Litahfidzil Qur’an al Karim di Jeddah. Jumlah mereka sama, yaitu 170 orang.

“sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.­­­­” HR. Bukhari

Para mahasiswa yang memiliki hafalan yang bagus memiliki kesehatan jiwa yang jauh lebih tinggi. Ada 70 penelitian umum dan Islam, seluruhnya menguatkan pentingnya dien untuk meningkatkan kesehatan dan ketentraman jiwa. Sebuah penelitian di di Saudi juga menunjukkan peran al-Qur’an dalam meningkatkan kecerdasan bagi anak-anak sekolah dasar dan Pengaruh positif hafalan al Qur’an bagi kesuksesan akademik para mahasiswa.
Penelitian ini sebagai bukti nyata adanya hubungan antara beragama dengan berbagai fenomena hidup. Di antaranya yang paling urgen adalah menghafal al-Qur’an. Siswa yang memiliki hafalan al-Qur’an memiliki kesehatan jiwa yang lebih baik dibandingkan dengan siswa-siswa yang tidak beragama dengan baik, atau tidak menghafalkan al-Qur’an sedikitpun atau hafalan mereka hanya surat-surat dan ayat- ayat pendek.

Penelitian tersebut berpesan agar menghafalkan al- Qur’an dengan sempurna bagi para siswa-siswi di tingkat universitas, untuk menghasilkan nilai positiv bagi kehidupan dan akademik mereka. Mendorong mereka melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan hal itu merupakan sarana terpenting untuk memperoleh kesehatan jiwa yang tinggi. Penelitian itu juga menasihatkan kepada para guru agar meningkatkan standar hafalan bagi murid- murid mereka, walau dijadikan sebagai kegiatan ekstra kurikuler, karena memiliki manfaat dan pengaruh yang bagus untuk kesuksesan belajar dan kesehatan jiwa mereka

sumber : voa-islam.com
Salam